Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap makna umpasa dalam adat pernikahan Batak Toba dapat disimpulkan adanya nilai-nilai budaya secara universal yang terdapat pada masyarakat
Lusius Sinurat, Tiga Bagian Utama Ritus Perkawinan Adat Batak Toba. Lusius Sinurat, Bentuk dan Sifat Perkawinan Adat Batak Toba. Lusius Sinurat, Simbol dan Tindakan Simbolis Ritus Perkawinan Adat Batak Toba. Lusius Sinurat, Peran Subyek dan Objek Dalam Ritus Perkawinan Adat Batak Toba.
Introductory of Batak Toba Culture with Philosophy of Dalihan Na Tolu (Cohesion Perspective and Harmony. Adison A D R I A N U S Sihombing. 2018, Jurnal Lektur Keagamaan. Dalihan Natolu is understood as the identity and rules that govern the social system and as a determining factor in the custom of Batak culture.
10.Pasoma muncungmi,Unang Sai Maralus beho, so hu jarum Bibirmi. Artinya:Diamlah Mulutmu,Jangan Berjawab lagi,Nanti Saya Jahit Bibirmu. Itulah Contoh Kata-kata marah,yang mengarah pada kata-kata cakap kotor dan mengandung Ucapan kasar Dalam Bahasa Batak. Ini hanyalah Contoh,Tidak patut untuk di ucapkan,karena tidak sopan.Umpasa dalam artinya adalah seni lisan puisi lama berupa pantun dalam masyarakat Batak Toba. Umpasa terdiri dari syair-syair yang mengisyaratkan pernyataan restu, nasihat, dan/atau doa bagi orang yang mendengarnya tergantung situasi pengucapan. Berikut Umpasa yang di biasa kita dengar saat ada acara Adat Pernikahan dalam Batak Toba. Seperti
Kumpulan Umpasa dalam Budaya Adat Batak Toba. Dijolo raja sieahan, dipudi raja sipaimaon. (Hormatan do natua-tua dohot angka raja). Sada silompa gadong, dua sitiop puli, Sada pe hami na mandok hata, Naung sude ma hami taruli. Pitu batu martindi sada do sitaon nadokdok. (Unang maharaphu tu dongan). Jujur do mula ni bada, bolus do mula ni dame. qwVHMFa.