50% found this document useful 2 votes1K views2 pagesDescriptionAnalisis Budaya Bisnis IndiaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?50% found this document useful 2 votes1K views2 pagesAnalisis Budaya Bisnis IndiaJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.Ketikamelakukan bisnis di budaya lain, penting untuk memahami perilaku dan kebiasaan rakyat nya. Minimal, memahami adat dan kebiasaan membantu manajer menghindari membuat kesalahan yang memalukan atau menyinggung orang. Pengetahuan yang mendalam dapat meningkatkan kemampuan untuk bernegosiasi dalam budaya lain, produk-produk pasar secara efektif dan mengelola operasi internasional.
Jakarta - Apa persamaan antara mantan Presiden Singapura SR Nathan, Gubernur Lousiana Bobby Jindal, dan guru spiritual Deepak Chopra dengan pakar politik HS Dillon, pengusaha sukses S P Lohia dan raja sinetron Raam Punjabi? Mata rantai yang mempersatukan mereka adalah etnis. Mereka semua berdarah India. Kalau Sabeer Bhatia di Hotmail, Vinod Khosla di Sun Microsystems dan Vinod Dham tokoh Pentium membawa abad informasi ke bumi, maka lebih dekat dengan Indonesia ada Tony Fernandes, Lakshmi Mittal dan SP Lohia yang menjadi pemimpin di kawasan Asia dalam industri masing-masing. Di tingkat global, ada juga cerita sukses orang-orang ini yang cukup menonjol. Ben Kingsley Inggris, M Night Shyamalan Amerika Serikat dan Mira Nair AS merupakan nama-nama India yang kondang di dunia film. Zubin Mehta AS, Freddy Mercury Inggris, Jay Sean Inggris, Norah Jones AS, Susheela Raman AS dan penulis lagu MIA Inggris adalah para musisi kondang di dunia yang juga berdarah India. Amar Bose Kanada menciptakan speaker BOSE yang terkenal itu dan menjadi revolusi di bidang tata suara. Rajiv Shah AS adalah kepala atau administrator lembaga bantuan pemerintah AS, USAID. Dan siapa yang belum membaca buku-buku karya VS Naipaul Kep. Turks dan Caicos, dan Vikram Seth Inggris pencipta karya sastra modern kelas dunia? Russell Peters Kanada menjadi terkenal di dunia sebagai bintang stand-up comedy, Kalpana Chawla dan Sunita Williams, keduanya dari Amerika, menjadi astronot. Petinju Amir Iqbal Khan Inggris, pemain golf Vijay Singh Afrika Tengah dan pemain kriket Nasser Hussain Inggris merupakan atlet-atlet dengan reputasi dunia. Bahkan mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahatir Mohammad juga punya akar di Kerala, India. Diaspora sendiri merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan populasi etnis besar yang tinggal di luar negara asli mereka dan tersebar ke seluruh dunia. Faktor kunci dalam efektivitas diaspora adalah rasa cinta pada tanah air sendiri, di mana budaya dan warisan tradisi diterapkan secara kuat dengan norma sosial dan tindakan praktis. Kenangan atas tanah air inilah yang menjaga indetitas etnis dan menyalakan rasa patriotisme, dan di situlah terbentuk diaspora. Di dunia ini, diaspora didominasi oleh China, India dan Rusia. China memiliki sekitar 50 juta warganya yang tinggal di luar negeri, sedangkan diaspora India mencakup sekitar 27 juta orang di seluruh dunia. Diaspora India mewakili wajah India yang sebenarnya, termasuk rakyatnya, wilayahnya, nila-nilai dan keragaman budaya. Orang-orang India telah tinggal dan bekerja di luar negeri selama berabad-abad, dan berkontribusi positif pada masyarakat dan perekonomian wilayah yang ditinggali. Jejak diaspora India bisa ditelusuri sejak era kuno, lewat terjadinya pertukaran budaya antara orang India dengan belahan dunia yang lain. Dimulai dengan tokoh agama dan biksu yang menyebarluaskan ilmu pengetahuan, perdamaian dan cinta sesama, orang-orang India lainnya menyebar ke seluruh dunia mencari peluang ekonomi dan perdagangan. Setelah itu diikuti buruh dan pekerja, kemudian para cendekiawan, akademisi, manajer dan kelompok profesional lainnya. Sekarang ini, kemampuan intelektualitas India di luar negeri juga ditegaskan oleh keberhasilan orang-orangnya dan ini membantu terciptanya brand India. Banyak perusahaan sekarang ini tidak akan berpikir dua kali untuk memperkerjakan kaum profesional India dan secara aktif menjalankan kerjasama bisnis dengan perusahaan-perusahaan India. Keberhasilan diaspora India sekarang ini sangat mengemuka, dan kabarnya hal itu juga didorong oleh semangat bekerja keras orang-orangnya, kesukaan mereka pada masakan India, dunia hiburan Bollywood yang terkenal dan Internet. Saat ini cukup banyak populasi India yang tinggal di lebih dari 60 negara di seluruh dunia. Nepal, Amerika Serikat dan Myanmar masing-masing ditinggali lebih dari 3 juta warga India, selanjutnya Malaysia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang memiliki 2 juta lebih warga keturunan India, dan Inggris, Afrika Selatan dan Kanada dengan populasi di atas 1 juta. Di Asia Pasifik, Singapura memiliki warga keturunan India, Australia punya orang dan China orang. Saksikan live streaming program-program BTV di sini Zulhas Pesan ke Diaspora Indonesia di Malaysia Bangga Jadi Duta Merah Putih NASIONAL Mudik Lebaran 2023, Ribuan Diaspora Tiba di Tanah Air NUSANTARA Kisah Kecelakaan Kereta di India Tabrakan, Hindari Sapi, Dibom, dan Diserang Massa INTERNASIONAL 237 Orang Tewas, Begini Kronologi Kecelakaan Kereta di India INTERNASIONAL Kecelakaan Kereta Api di India Korban Tewas Terus Bertambah INTERNASIONAL Kecelakaan Kereta Odisha di India 237 Orang Tewas, Lebih dari 900 Terluka INTERNASIONAL
Pakar Bila Bergejala Hepatitis Misterius Segera Rujuk ke Dokter! - Viral Video Lucunya Jan Ethes Ucapkan Selamat Lebaran di Jogja - Halaman 14Jakarta Salah satu miliarder India Kumar Birla rela mengeluarkan USD 605 juta atau sekitar Rp 9 triliun demi memperluas bisnis di dunia perhiasan. Dalam sebuah pernyataan yang diberitakan pada Selasa, Aditya Birla Group mengungkapkan bahwa akan ada usaha baru yaitu Novel Jewels. Toko perhiasan ini akan buka di seluruh wilayah India dengan menampilkan merek-merek in-house. Namun, tidak disebutkan kapan toko pertama akan dibuka. Sosok Jorge Mas, Miliarder di Balik Klub Sepak Bola Baru Lionel Messi Inter Miami Daftar 10 Kota di Dunia yang Paling Banyak Dihuni Miliarder Miliarder Yahudi George Soros Wariskan Kerajaan Bisnis Senilai Rp371 Triliun ke Putranya Alexander Soros “Ini adalah pilihan portofolio strategis yang memungkinkan kami memanfaatkan mesin pertumbuhan baru dan memperluas kehadiran kami di lanskap konsumen India yang dinamis,” tutur ketua Aditya Birla Group Kumar Birla dalam pernyataan tersebut seperti dilansir dar Forbes, Kamis 8/6/2023. Sebelumnya, grup ini telah mendiversifikasi aliran pendapatannya dalam dua tahun terakhir. Mereka menginvestasikan 100 miliar rupee untuk terjun ke industri cat dan USD 250 juta untuk meluncurkan platform e-commerce untuk bahan bangunan. Menurut grup, perusahaan baru tersebut akan membuat perhiasan dengan desain beragam yang memenuhi selera berbeda di berbagai wilayah di India. Pasar permata dan perhiasan India diproyeksikan mencapai hampir USD 120 miliar pada 2027, didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan permintaan yang lebih tinggi untuk hadiah mewah untuk perayaan, menurut laporan dari sebuah perusahaan yang berbasis di Dublin, Research and Markets. Pada daftar 100 Orang Terkaya India yang diterbitkan Oktober lalu oleh Forbes Asia, Kumar Birla berada di urutan ke-9 dengan kekayaan bersih USD 15 miliar. Dia adalah generasi keempat dari keluarga Birla dan mewarisi kerajaan bisnis pada usia 28 tahun setelah ayahnya, Aditya Birla, meninggal pada 1995. Grup tersebut, dengan karyawan, memiliki minat yang mencakup bisnis keuangan. Selain itu, juga memiliki pendapatan USD 60 miliar tahun Studi Mayoritas Miliarder Dunia Sudah Masuk Usia PensiunIlustrasi Miliarder atau Orang Terkaya. Foto FreepikSebuah studi baru mengungkapkan, mayoritas miliarder dunia berusia di atas usia pensiun. Melansir CNBC International, Sabtu 2/6/2023 laporan studi yang dirilis perusahaan data Altrata menunjukkan bahwa usia rata-rata dari miliarder dunia sekarang adalah 67 tahun. Dari ribuan miliarder itu, 42 dua persen berusia di atas 70 tahun, dan kurang dari 10 persen berusia di bawah 50 tahun. Temuan ini juga menyoroti kesenjangan yang lebar antara persepsi dan realitas para miliarder dunia. Sementara ahli teknologi dan selebritas musik dan olahraga mungkin mendapat perhatian paling besar, miliarder dunia sebagian besar adalah pengusaha tua, seperti Warren Buffett, dan Bernard Arnault, yang menghabiskan seumur hidup atau bahkan beberapa generasi, mengumpulkan kekayaan bernilai fantastis. Laporan Altrata juga mengungkapkan, usia rata-rata miliarder dunia sebenarnya sedikit meningkat selama lima tahun terakhir. "Banyak miliarder muda telah menghasilkan kekayaan mereka di bidang teknologi, yang telah menjadi industri penciptaan kekayaan yang cepat dan mendapat banyak perhatian media," kata Maya Imberg, direktur senior dan kepala pemikiran kepemimpinan dan analitik di Altrata. "Tetapi sebagian besar kekayaan membutuhkan waktu lama untuk terakumulasi kecuali jika diwariskan. Dibutuhkan sebagian besar kehidupan bisnis mereka untuk menciptakan kekayaan sebanyak itu," jelasnya. Miliarder di Bawah 50 TahunKelompok miliarder yang berbeda usia juga memiliki sumber kekayaan yang berbeda, menurut Altrata. Untuk miliarder di bawah usia 50 tahun, teknologi dan perbankan/keuangan menyumbang sebagian besar pengumpulan kekayaan mereka, dengan 21 persen meraup untung di perbankan/keuangan dan 20 persen di bidang teknologi. Miliarder berusia antara 50 dan 70 tahun menghasilkan sebagian besar keuntungan mereka di sektor perbankan/keuangan 24 persen dan konglomerat industri 8,3 persen, sementara mereka yang berusia di atas 70 tahun menghasilkan miliaran dari keuangan 18 persen, konglomerat 11 persen dan real estat 8,3 persen. Secara keseluruhan, populasi miliarder dunia turun 3,5% pada 2022, menjadi total ungkap Altrata. Sementara jumlah miliarder mungkin telah stabil atau bahkan sedikit naik tahun ini dengan meningkatnya sektor teknologi, penurunan pada tahun 2022 menandai penurunan pertama sejak 2018. Pendatang baru miliarder dunia* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
1BUDAYA KERJA ORANG INDIA DAN KANADA DI LINGKUNGAN BISNIS (a insight to Western with Eastern Culture in workplace) Lakshmi Mittal, Chairman & CEO of ArcelorMittal's Hal Kvisle, President & CEO of Talisman Energy Students Group : Kiagus Ridwan, Rusman Ali, dan Bernadina C. Wersun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kamu mungkin kerap mendengar bahkan merasakan langsung tentang apa yang namanya shock culture pada perjalanan yang telah dilakoni selama ini. Tidak harus di luar negeri, bahkan kala kita traveling di dalam negeri pun kerap kali kita mendapati beberapa hal yang aneh, unik, dan tidak umum menurut pribadi kita, baik itu dalam bentuk budaya maupun kebiasaan dari masyarakat setempat. Misalnya saja apabila plesir ke tanah Sunda, sudah mafhum rasanya apabila kita mendapati banyak orang lokal yang tidak bisa melafalkan huruf F’ secara benar, mayoritas mereka melafalkan huruf ini menjadi “EP”. Contoh lainnya apabila kita berkunjung ke Suku Baduy, kita akan mendapati sebuah aturan adat yang melarang penggunaan sabun, sampo, odol dan amenitis lainnya ketika kita mandi di kawasan Baduy tanpa terkecuali untuk para pelancong juga. Kadang hal-hal yang kita temui tersebut membuat kita merasa disusahkan namun tak jarang juga malah menjadi sesuatu yang berkesan dan menyenangkan untuk di-eksplor lebih dalam.Shock culture’ adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tentang perasaan terkejut yang dirasakan oleh kita ketika kita berada di lingkup kebudayaan yang berlainan dengan budaya yang kita anut. Perasaan ini timbul akibat perbedaan yang ekstrim dengan kebudayaan baru, yang menyebabkan kita terkadang sulit untuk mengenali bahkan membedakan apa yang wajar dan tidak wajar pada tempat baru di mana kita berada pada saat itu. Dan dalam artikel ini saya ingin berbagi sedikit cerita tentang beberapa shock culture yang saya dapat ketika saya berkesempatan untuk mengunjungi India beberapa waktu Chai shock culture di indiaFoto dok. pribadi penulis India merupakan negara penghasil teh peringkat kedua di dunia setelah Tiongkok, maka tak aneh apabila aktivitas minum teh begitu membudaya di negara ini. Teh atau lebih dikenal dengan nama chai’ di negeri terpadat kedua di dunia ini merupakan sebuah minuman wajib bagi tiap warga India. Rasanya tiada hari terlewat tanpa menenggak segelas chai di negeri meminum teh di India berkiblat kepada mantan penjajahnya yakni Inggris. Penyajiannya bisa dibilang sama dengan english tea’, di mana teh diramu dengan campuran susu dan gula. Bedanya di India ada resep tambahan yang disebut dengan nama masala untuk melengkapi rasa dari teh yang disajikan ini. Masala tersebut adalah campuran dari beberapa jenis rempah-rempah seperti cengkeh, biji pala dan kayu India kita akan mudah sekali menemukan penjual teh di tiap-tiap sudut kotanya, mulai dari yang berbentuk kedai mewah sampai kaki lima pun ada, bahkan saya juga sempat menjumpai penjual teh asongan di dalam sebuah kereta yang saya tumpangi. Rasanya penduduk India tak mengenal tempat dan waktu dalam hal mengkonsumsi Hobi nimbrung shock culture di indiaFoto dok. pribadi penulis Salah satu hal yang awalnya membuat saya dan mungkin para traveler lainnya merasa cukup risih ketika berada di India adalah kebiasaan masyarakat lokal yang seringkali nimbrung’, terutama apabila sedang ada turis asing yang tengah berbincang ataupun bertanya kepada masyarakat lokal lainnya. Bisa dipastikan orang-orang yang berada di sekitarnya akan mendekati kita dan ikut tak perlu khawatir kepada mereka semua yang berada di sekeliling kalian, mereka hanya penasaran saja dengan apa yang sedang kita bicarakan. Mereka hanya sekedar ingin mendengar dan melihat kita orang jauh’ yang tengah mengunjungi negaranya. Tak jauh berbeda dengan perlakuan beberapa orang di kawasan Indonesia kepada warge negara asing yang sedang mengunjungi daerahnya. 1 2 3 Lihat Travel Story Selengkapnya
Masuknyakebudayaan India ke Indonesia didukung oleh berbagai teori mengenai pembawa dan pengimbangnya. Teori-teori tersebut sebagai berikut. Teori Ksatria. Teori ini didukung oleh C.C. Berg yang beranggapan bahwa agama dan kebudayaan di India, yaitu Hindu-Buddha dibawa oleh para ksatria, yaitu para golongan bangsawan dan prajurit perang.